SHOCK KARDIOGENIK

Posted: October 12, 2012 in Uncategorized

BAB I

KONSEP MEDIS

 

A. DEFINISI SHOCK KARDIOGENIK

            Menurut Tjokronegoro (2003),Shock Kardiogenik adalahsindrom Shock kegagalan sirkulasi perifer yang menyeluruh dengan metabolisme seluler yang abnormal, yang umumnya disebabkan oleh perfusi jaringan yang tidak adekuat.

Syok Kardiogenik adalah ketidak mampuan jantung mengalirkan cukup darah ke jaringan untuk memenuhi kebutuhan metabolism, berasal akibat gangguan fungsi pompa jantung.

Menurut Hollenberg S (2004) Shock Kardiogenik adalahdidasarkan pada sebuah sirkulasi darah yang tidak memadai akibat kegagalan primer dari ventrikel jantung untuk berfungsi secara efektif.

 

B. ETIOLOGI

            Shock Kardiogenik terjadi ketika jantung tidak dapat memompa cukup darah ke seluruh tubuh, paling sering shock kardiogenik terjadi ketika ruang utama jantung yang memompa yaitu “ventrikel kiri“ disfungsi atau mengalami kerusakan.

C. PATOFISIOLOGI

 

Tanda dan gejala syok kardiogenik mencerminkan sifat sirkulasi patofisiologi gagal jantung. Kerusakan jantung mengakibatkan penurunan curah jantung, yang pada gilirannya menurunkan tekanan darah arteri ke organ-organ vital. Aliran darah ke arteri koroner berkurang, sehingga asupan oksigen ke jantung menurun, yang pada gilirannya meningkatkan iskemia dan penurunan lebih lanjut kemampuan jantung untuk memompa, akhirnya terjadilah lingkaran setan (terjadi penurunan kontraktilitas miokardium).

Tanda klasik syok kardiogenik adalah tekanan darah rendah, nadi cepat dan lemah, hipoksia otak yang termanifestasi dengan adanya konfusi dan agitasi, penurunan haluaran urin, serta kulit yang dingin dan lembab.

Disritmia sering terjadi akibat penurunan oksigen ke jantung.seperti pada gagal jantung, penggunaan kateter arteri pulmonal untuk mengukur tekanan ventrikel kiri dan curah jantung sangat penting untuk mengkaji beratnya masalah dan mengevaluasi penatalaksanaan yang telah dilakukan. Peningkatan tekanan akhir diastolik ventrikel kiri yang berkelanjutan (LVEDP = Left Ventrikel End Diastolik Pressure) menunjukkan bahwa jantung gagal untuk berfungsi sebagai pompa yang efektif.

 

D. MANIFESTASI KLINIK

Syok kardiogenik ditandai oleh gangguan fungsi ventrikel kiri yang mengakibatkan gangguan mengakibatkan gangguan fungsi ventrikel kiri yaitu mengakibatkan gangguan berat pada perfusi jaringan dan penghantaran oksigen ke jaringan yang khas pada syok kardiogenik yang disebabkan oleh infark miokardium akut adalah hilangnya 40% atau lebih jaringan otot pada ventrikel kiri dan nekrosis vocal di seluruh ventrikel karena ketidakseimbangan antara kebutuhan dan suplai oksigen miokardium. Gambaran klinis gagal jantung kiri :
a. Sesak napas
b. Pernapasan cheyne stokes
c. Batuk-batuk
d. Sianosis
e. Suara serak
f. Kelainan jantung seperti pembesaran jantung, tachycardia
g. Kelainan pada foto rontgen

 

E.PEMERIKSAAN PENUNJANG

    Faktor-faktor pencetus test diagnostik antara lain :
a. Electrocardiogram (ECG)
b. Sonogram
c. Scan jantung
d. Kateterisasi jantung
e. Roentgen dada
f. Enzim hepar
g. Elektrolit oksimetri nadi
h. AGD
i. Kreatinin
j. Albumin / transforin serum

 

F. PENATALAKSANAAN

  • Ø Tindakan umum
    Ada berbagai pendekatan pada penatalaksanaan syok kardiogenik. Setiap disritmia mayor harus dikoreksi karena mungkin dapat menyebabkan atau berperan pada terjadinya syok. Bila dari hasil pengukuran tekanan diduga atau terdeteksi terjadi hipovolemia atau volume intravaskuler rendah. Pasien harus diberi infus IV untuk menambah jumlah cairan dalam sistem sirkulasi. Bila terjadi hipoksia, berikan oksigen, kadang dengan tekanan positif bila aliran biasa tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan jaringan.

 

  • Ø Farmakoterapi.
    Terapi medis dipilih dan diarahkan sesuai dengan curah jantung dan tekanan darah arteri rerata. Salah satu kelompok obat yang biasa digunakan adalah katekolamin yang dapat meningkatkan tekanan darah dan curah jantung. Namun demikian mereka cenderung meningkatkan beban kerja jantung dengan meningkatkan kebutuhan oksigen.
    Bahan vasoaktif seperti natrium nitroprusida dan nitrogliserin adalah obat yang efektif untuk menurunkan tekanan darah sehingga kerja jantung menurun. Bahan-bahan ini menyebabkan arteri dan vena mengalami dilatasi, sehingga menimbulkan lebih banyak pintasan volume intravaskuler keperifer dan menyebabkan penurunan preload dan afterload. Bahan vasoaktif ini biasanya diberikan bersama dopamin, suatu vasopresor yang membantu memelihara tekanan darah yang adekuat.

 

  • Ø Pompa Balon Intra Aorta.
    Terapi lain yang digunakan untuk menangani syok kardiogenik meliputi penggunaan alat bantu sirkulasi. Sistem bantuan mekanis yang paling sering digunakan adalah Pompa Balon Intra Aorta (IABP = Intra Aorta Baloon Pump). IABP menggunakan counterpulsation internal untuk menguatkan kerja pemompaan jantung dengan cara pengembangan dan pengempisan balon secara teratur yang diletakkan di aorta descendens. Alat ini dihubungkan dengan kotak pengontrol yang seirama dengan aktivitas elektrokardiogram. Pemantauan hemodinamika juga sangat penting untuk menentukan position sirkulasi pasien selama penggunaan IABP. Balon dikembangkan selama diastole ventrikel dan dikempiskan selama sistole dengan kecepatan yang sama dengan frekuensi jantung. IABP akan menguatkan diastole,yang mengakibatkan peningkatan perfusi arteria koronaria jantung. IABP dikempiskan selama sistole, yang akan mengurangi beban kerja ventrikel.

 

  • Ø Penatalaksanaan yang lain :
    1) Istirahat
    2) Makanan lunak, rendah garam.
    3) Pemberian oksigen.

 

G. KOMPLIKASI

1.Cardiopulmonary arrest

2.Disritmi

3.Gagal multisistem organ

4.Stroke

5.Tromboemboli

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

ASUHAN KEPERAWATAN

 

A.    PENGKAJIAN

Pengkajian primer

  1. Airway: penilaian akan kepatenan jalan napas, meliputi pemeriksaan mengenai adanya obstruksi jalan napas, adanya benda asing. Pada klien yang dapat berbicara dapat dianggap jalan napas bersih. Dilakukan pula pengkajian adanya suara napas tambahan seperti snoring.
  2. Breathing: frekuensi napas, apakah ada penggunaan otot bantu pernapasan, retraksi dinding dada, adanya sesak napas. Palpasi pengembangan paru, auskultasi suara napas, kaji adanya suara napas tambahan seperti ronchi, wheezing, dan kaji adanya trauma pada dada.
  3. Circulation: dilakukan pengkajian tentang volume darah dan cardiac output serta adanya perdarahan. Pengkajian juga meliputi status hemodinamik, warna kulit, nadi.
  4. Disability: nilai tingkat kesadaran, serta ukuran dan reaksi pupil.

 

Pengkajian sekunder

Pengkajian sekunder meliputi anamnesis dan pemeriksaan fisik. Anamnesis dapat menggunakan format AMPLE (alergi, medikasi, past illness, last meal, dan environment). Pemeriksaan fisik dimulai dari kepala hingga kaki dan dapat pula ditambahkan pemeriksaan diagnostik yang lebih spesifik seperti foto thoraks,dll.

 

B.     DIAGNOSA KEPERAWATAN

 

1.      Bersihan jalan napas tidak efektif  b.d penurunan reflek batuk

2.      Kerusakan pertukaran gas b.d. Perubahan membran kapiler-alveolar

3.      Penurunan curah jantung b.d. Perubahan kontraktilitas miokardial/ perubahan inotropik.

4.      Kelebihan volume cairan b.d. Meningkatnya produksi adh dan retensi natrium/air.

 

 

C.    INTERVENSI KEPERAWATAN

  1. Bersihan jalan napas tidak efektif  b.d penurunan reflek batuk

Tujuan: setelah dilakuakn tindakan keprawatan, pasienmenunjukkan jalan napas paten

 

Kriteria hasil:

a.       Tidak ada suara snoring

b.      Tidak terjadi aspirasi

c.       Tidak sesak napas

Intervensi :

1)      Kaji kepatenan jalan napas

2)      Evaluasi gerakan dada

3)      Auskultasi bunyi napas bilateral, catat adanya ronki

4)      Catat adanya dispnu,

5)      Lakukan pengisapan lendir secara berkala

6)      Berikan fisioterapi dada

7)      Berikan obat bronkodilator dengan aerosol.

 

  1. Kerusakan pertukaran gas b.d. perubahan membran kapiler-alveolar

Tujuan : setelah dilakukan tindakan kerpawatan, pasien dapat menunjukkan oksigenasi dan ventilasi adekuat

Kriteria hasil:

a.       GDA dalan rentang normal

b.      Tidak ada sesak napas

c.       Tidak ada tanda sianosis atau pucat

Intervensi:

1)      Auskultasi bunyi napas, catat adanya krekels

2)      Berikan perubahan posisi sesering mungkin

3)      Pertahankan posisi duduk semifowler

 

  1. Penurunan curah jantung b.d. perubahan kontraktilitas miokardial/ perubahan inotropik.Tujuan: setelah dilakukan tindakan keperawatan, pasien menunjukkan tanda peningkatan curah jantung adekuat.

Kriteria hasil:

a.       Frekuensi jantung meningkat

b.      Status hemodinamik stabil

c.       Haluaran urin adekuat

d.      Tidak terjadi dispnu

e.       Tingkat kesadaran meningkat

f.       Akral hangat

Intervensi:

1)      Auskultasi nadi apikal, kaji frekuensi, irama jantung

2)      Catat bunyi jantung

3)      Palpasi nadi perifer

4)      Pantau status hemodinamik

5)      Kaji adanya pucat dan sianosis

6)      Pantau intake dan output cairan

7)      Pantau tingkat kesadaran

8)      Berikan oksigen tambahan

9)      Berikan obat diuretik, vasodilator.

10)  Pantau pemeriksaan laboratorium.

 

  1. Kelebihan volume cairan b.d. meningkatnya produksi ADH dan retensi natrium/air.

Tujuan : setelah dilakukan tindakan keperawatan pasien mendemonstrasikan volume cairan seimbang

Kriteria hasil:

a.      Masukan dan haluaran cairan dalam batas seimbang

b.      Bunyi napas bersih

c.      Status hemodinamik dalam batas normal

  • Berat badan stabil
  • Tidak ada edema

Intervensi :

1)      Pantau / hitung haluaran dan masukan cairan setiap hari

2)      Kaji adanya distensi vena jugularis

3)      Ubah posisi

4)      Auskultasi bunyi napas, cata adanya krekels, mengi

5)      Pantau status hemodinamik

6)      Berikan obat diuretik sesuai indikasi

 

D.    EVALUASI

Berhasil tidaknya penanggulangan syok tergantung dari kemampuan mengenal gejala-gejala syok, mengetahui, dan mengantisipasi penyebab syok serta efektivitas dan efisiensi kerja kita pada saat-saat/menit-menit pertama penderita mengalami syok

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s